Sarang Semut Papua, Berbagai Penelitian & Kandungannya

Sarang Semut Papua, Berbagai Penelitian & Kandungannya

Sarang Semut Papua, Berbagai Penelitian & Kandungannya

Sampai saat ini sarang semut telah banyak diketahui memiliki segudang khasiat baik untuk membantu menyembuhkan berbagai jenis penyakit dari mulai penyakit maag, gondok, kista, miom, jantung hingga penyakit kanker yang mematikan dan penyakit lainnya.

Namun disamping manfaat tersebut, mungkin ada sebagian orang yang belum mengetahui lebih jauh mengenai apa sajakah kandungan yang terdapat dalam sarang semut dan bagaimana sebenarnya bukti penelitian dari sarang semut ini. Oleh karena hal tersebut, berikut ini fakta mengenai kandungan dan penelitian dari sarang semut …

Mengenal sarang semut

Tanaman sarang semut memiliki spesialisasi, yakni ujung batangnya menggelembung (hypocotyl), berbentuk bulat saat muda, menjadi lonjong memendek atau memanjang setelah tua.

Bagian luar tanaman ini diselubungi duri yang melindunginya dari pemangsa herbivora, yang menarik di dalamnya terdapat rongga-rongga yang saling terhubung. Rongga-rongga ini dijadikan rumah oleh kawanan semut sehingga tanaman ini lazim disebut sarang semut.

Baca juga : Review khasiat produk herbal Walatra sarang semut

Sarang semut merupakan salah satu tumbuhan epifit dari Hydnophytinae (Rubiaceae), yang dapat bersimbiosis dengan semut dan dikatakan bersifat epifit karena menempel pada tumbuhan lain, tetapi tidak hidup secara parasit pada inangnya.

Secara tradisi, sarang semut digunakan sebagai tanaman obat oleh masyarakat pedalaman di bagian barat Wamena, Papua. Suku-suku di Bogondini dan Tolikara lazim memanfaatkannya untuk mengatasi rematik dan asam urat.

Kandungan sarang semut

Selain itu, berdasarkan hasil riset Puslit Bioteknologi LIPI, di dalam sarang semut terdapat kandungan yang sangat luar biasa seperti :

  1. Tokoferol
  2. Flavonoid
  3. Fenolik
  4. Kalium
  5. Seng
  6. Besi
  7. Fospor
  8. Magnesium
  9. Antioksidan
  10. Anti kanker
  11. Tanin
  12. Anti proliferasi
  13. Antibakteri
  14. Gikosin
  15. Dan lainnya.

Lalu, bagaimana penelitian dari sarang semut ini ?

Berdasarkan penelitian Soeksmanto dkk (2010), tumbuhan sarang semut memiliki kandungan bahan-bahan antikanker dan antioksidan seperti flavonoid, saponin, tannin, glikosin dan fenol. Selain itu, tumbuhan ini berkhasiat untuk mengobati penyakit maag, hemoroid, mimisan, sakit punggung, alergi, asam urat, stroke, penyakit jantung, TBC, tumor, kanker, dll (Subroto dan Saputro, 2006).

Masyarakat setempat memanfaatkan serbuk umbi (hipokotil) tanaman sarang semut sebagai minuman seduhan seperti teh. Salah satu khasiat utamanya adalah membantu pengobatan berbagai jenis tumor dan kanker seperti: kanker otak, kanker payudara, kanker hidung, kanker lever, kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat dan leukemia.

Tumbuhan sarang semut juga efektif dalam membantu penyembuhan berbagai macam penyakit lainnya, misalnya gangguan jantung, ambien (wasir), reumatik, stroke ringan mapun berat, maag, gangguan fungsi ginjal dan prostat, pegal linu, melancarkan dan meningkatkan jumlah air susu ibu (ASI), melancarkan peredaran darah, dan memulihkan gairah seksual (Rachman, 2006).

Sarang semut merupakan tumbuhan yang secara empiris maupun secara ilmiah telah dibuktikan mampu meningkatkan sistem imun (Hertiani et al., 2010). Ekstrak etanol juga mempunyai kemampuan menghambat aktivitas xanthine oxidase dengan nilai IC 50 112,40 μg/ml (Ernawati & Susanti, 2014).

Umbi tanaman sarang semut (Myrmecodia Sp) bisa dijadikan obat beberapa penyakit yang disebabkan oleh ketidakseimbangan daya tahan tubuh. Hal ini disampaikan peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Ediati Sasmito.

“Hasil penelitian yang sedang kami lakukan, umbi tanaman sarang semut mengandung zat aktif imunomodulator atau zat pengaktif sistem kekebalan tubuh manusia,” katanya ketika menjadi pembicara seminar Dissemination of Progress Results in Herbal Medicine Development.

Ia mengatakan, umbi tanaman sarang semut merupakan obat yang bersifat panasea. Artinya, umbi sarang semut dapat mengobati segala macam penyakit, mulai dari penyakit ringan seperti wasir dan rematik hingga penyakit berat, misalnya kanker payudara dan kanker prostat.

Selain itu, penelitian juga dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Arius Suwundo, Felicia Widyaputri, Marika Suwondo, dan Prenali Satmika membuktikan sarang semut mampu menghambat dan bahkan membunuh sel kanker.

Penelitian awal tentang karakter morfologi dan anatomis tumbuhan Myrmecodia, Jack., dikutip dari ugm.ac.id, sudah dilakukan oleh peneliti asing antara lain Lam (1804), Forbes (1880), Treub (1883), Beccari (1884-1886), dan Huxley (1978).

Qui Kim Tran dkk, dari University National of Hochiminch City, Vietnam, dan Toyama Medical and Pharmaceutical University, meneliti by ki nam, sebutan sarang semut di Vietnam dari Tinh Bien, Provinsi Angiang dan Provinsi Lamdong. Penelitian difokuskan terhadap tiga sel kanker yang amat metastesis alias mudah menyebar ke bagian tubuh lain, seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus.

Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, guru besar Jurusan Farmasi Universitas Indonesia, menyebutkan tanaman epifit sarang semut memang potensial sebagai obat. Sedangkan uji penapisan yang dilakukan Dr Muhammad Ahkam Subroto dari Peneliti LIPI Cibinong Science Center membuktikan, sarang semut mengandung flavonoid dan tanin.

Flavonoid, dapat meningkatkan air susu ibu. Menurut ahli gizi Institut Pertanian Bogor, Ahmad Sulaeman PhD, flavonoid bersifat laktagogal yang mengandung hormon penting untuk merangsang dan melancarkan air susu ibu.

Di samping itu nongon (sebutan sarang semut di Lembah Baliem) juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E yang berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, guru besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker, yang menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif.

Tim peneliti dari Laboratorium Klinik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, dan Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, telah meneliti dengan melakukan uji toksisitas ekstrak etanol sarang semut lokal Aceh terhadap larva udang . Hasil penelitian menunjukkan sarang semut asal Aceh memiliki kandungan senyawa aktif berbeda dibandingkan sarang semut Papua, namun keduanya memiliki sifat toksisitas akut yang hampir sama terhadap larva udang Artemia salina, Leach.

Sedangkan tim peneliti dari Jurusan Farmasi Fakultas MIPA, Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua, melakukan studi botani dan fitokimia tiga spesies tanaman sarang semut. Mereka melakukan studi kajian botani dan fitokimia dari tiga spesies tanaman sarang semut yang dikenal masyarakat lokal Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.

Hasil penelitian mereka menyebutkan ketiga spesies tanaman sarang semut berhasil dilakukan determinasi dan dikaji secara anatomi dan morfologinya berturut-turut dengan nama Myrmecodia beccarii, Myrmecodia sp., dan Hydnophytum sp. Dari hasil penapisan fitokimia ketiga spesies tanaman sarang semut mengandung senyawa kimia golongan flavonoid, terpenoid, saponin, dan tanin polifenol.

Dan itulah sejumlah kandungan dan penelitian mengenai sarang semut. Semoga artikelnya bermanfaat, terimakasih 🙂

Dapatkan ekstrak sarang semut papua asli dengan kekuatan pengobatan ganda yaitu Walatra sarang semut kapsul. Cek review lengkapnya disini – >  Harga, khasiat dan manfaat Walatra sarang semut kapsul

Sumber :

  • https://lifestyle.kompas.com/read/2010/08/05/08482259/Umbi.Sarang.Semut.Berkhasiat.Obat
  • https://ugm.ac.id/id/berita/3560-raih.emas.pimnas.2011.karena.sarang.semut
  • http://www.satuharapan.com/read-detail/read/sarang-semut-papua-jaga-stamina-tubuh

Baca juga artikel lainnya :

Obat congek alami menahun paling ampuh

Makanan Sehat Bagi Penderita Penebalan Dinding Rahim

Posted by Qnc Jelly Gamat

Sarang Semut Papua, Berbagai Penelitian & Kandungannya

Please follow and like us:
20

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.